Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Senin, 22 Maret 2010

Jurnal Tentang Auditing (Riset Akuntansi-Resume)

I.

Nama Jurnal lengkap dengan edisi : Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, Volume 5, No. 2, September 2006

Peneliti : Andy Dwi Bayu Bawono, Happy Purbasari & Rina Trisnawati

Topik, Judul dan bidang penelitian : Pengaruh Penerimaan, Perlakuan Dan Komitmen Terhadap Karir Auditor

Variabel yang digunakan : Y = Karir Auditor

X1 = Penerimaan

X2 = Perlakuan

X3 = Komitmen

Tujuan Penelitian : Untuk menguji karir auditor terhadap faktor pengaruh penerimaan, perlakuan dan komitmen

Hasil Penelitian Dan Alat Analisis : Hasil dari analisa menunjukkan bahwa hanya variabel komitmen mampu mempengaruhi karier auditor. Alat anaisis yang digunakan adalah karir auditor yang diukur dengan test penerimaan, perlakuan dan variabel komitmen.

Peluang Penelitian : Konsistensi penelitian.

Penelitian mendukung dan tidak : Yang mendukung : Cleary Hani dan Mukhlasin (2003), IAI (2002), Januarti Praptitorini (2007), S. Saputra (2005), Yang tidak mendukung : Imam Gozali (2005).

II.

Nama Jurnal lengkap dengan edisi : Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Volume 4, 2008

Peneliti : Revol Ulung Bisara Tamba

Topik, Judul dan bidang penelitian : Pengaruh debt default, kualitas audit, dan opini audit terhadap penerimaan opini going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Variabel yang digunakan : Y = Penerimaan Opini Going Concern

X1 =Debt Default

X2 = Kualitas Audit

X3 = Opini Audit

Tujuan Penelitian : Untuk menunjukkan korelasi antara debt default, kualitas audit dan opini audit dengan kesempatan dari menerima pendapat yang berkelanjutan pada yang terdaftarkan pada Bursa Efek Indonesia antara 2005-2007

Hasil Penelitian Dan Alat Analisis : Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa debt default mempunyai hal positif dan korelasi penting bagi penerima dari pendapat yang berkelanjutan. Alat analisis yang digunakan adalah penerimaan opini going concern yang diukur dari debt default, kualitas audit, dan opini audit.

Peluang Penelitian : Konsistensi penelitian.

Penelitian mendukung dan tidak : Yang mendukung : S. Saputra (2005), Cleary Hani dan Mukhlasin (2003), IAI (2002), Januarti Praptitorini (2007). Yang tidak mendukung : Sri Mulyani Erlina (2007).

III.

Nama Jurnal lengkap dengan edisi : Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 8, No. 2, Juli 2003

Peneliti : Agrianti Komalasari

Topik, Judul dan bidang penelitian : Pengaruh Kualitas Auditor, Lamanya Pengauditan Dan Jenis Opini Auditor Terhadap Tingkat Kepatuhan Perusahaan Publik Dalam Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan

Variabel yang digunakan : Y = Tingkat kepatuhan perusahaan publik

X1 = Kualitas auditor

X2 = Lamanya pengauditan

X3 = Jenis Opini Audit

Tujuan Penelitian : Untuk menguji, apakah kualitas auditor, jenis opini auditor, dan lamanya pengauditan menentukan kepatuhan perusahaan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan ke BAPAPEM.

Hasil Penelitian Dan Alat Analisis : Hasilnya faktor-faktor yang dapat menentukan kepatuhan adalah keterlambatan laporan audit dan opini auditor. Alat analisis yang digunakan adalah tingkat kepatuhan perusahaan publik yang diukur dari kualitas audit, dan jenis opini audit.

Peluang Penelitian : Konsistensi penelitian.

Penelitian mendukung dan tidak : Yang mendukung : S. Saputra (2005), Cleary Hani dan Mukhlasin (2003), IAI (2002), Januarti Praptitorini (2007). Yang tidak mendukung : Sri Mulyani Erlina (2007), Imam Gozali (2005),

IV.

Nama Jurnal lengkap dengan edisi : JAAI, Vol. 11, No. 2, Desember 2007

Peneliti : Arga Fajar Santosa

Topik, Judul dan bidang peneliti : Anlisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan Penerimaan Opini Audit Going Concern

Variabel yang digunakan : Y = Penerimaan Opini Going Concern

X1 = Kualitas audit

X2 = Kondisi Keuangan Perusahaan

X3 = Opini Audit Tahun Sebelumnya

X4 = Pertumbuhan Perusahaan

X5 = Ukuran Perusahaan

Tujuan Penelitian : Untuk menguji pengaruh kualitas audit, kondisi keuangan perusahan, opini audit tahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap penerimaan opini audit going concern.

Hasil Penelitian Dan Alat Analisis : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Alat analisis yang digunakan adalah Penerimaan Opini Going Concern (variable dependen) yang diukur dari kualitas audit, Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Opini Audit Tahun sebelumnya, dan ukuran perusahaan (variabel independent).

Peluang Penelitian : Konsistensi penelitian.

Penelitian mendukung dan tidak : Yang mendukung : S. Saputra (2005), Cleary Hani dan Mukhlasin (2003), IAI (2002), Januarti Praptitorini (2007). Yang tidak mendukung : Ardiati (2005).

V.

Nama Jurnal lengkap dengan edisi : Jurnal Maksi, Vol. 4, 2007

Peneliti : Badingatus Solikah

Topik, Judul dan bidang peneliti : Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, Dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Opini Audit Going Concern

Variabel yang digunakan : Y = Opini Going Concern

X1 = Kondisi Keuangan Perusahaan

X2 = Pertumbuhan Perusahaan

X3 = Opini Audit Tahun sebelumnya

Tujuan Penelitian : Untuk menguji secara empirik pengaruh kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan opini audit tahun sebelumnya terhadap kemungkinan penerimaan opini audit going concern (GCAO).

Hasil Penelitian Dan Alat Analisis : Hasil penelitian diperoleh bukti empiris bahwa kondisi keuangan perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Sementara itu variabel pertumbuhan perusahaan tidak terbukti berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Alat analisis yang digunakan adalah Opini Going Concern (variable dependen) yang diukur dari Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Opini Audit Tahun sebelumnya (variabel independent).

Peluang Penelitian : Konsistensi penelitian.

Penelitian mendukung dan tidak : Yang mendukung : S. Saputra (2005), Cleary Hani dan Mukhlasin (2003), Januarti Praptitorini (2007), Sekar Mayangsari (2003). Yang tidak mendukung : Sri Mulyani Erlina (2007).

Cuma Kata-kata biasa aja, tapi mengandung makna.....

Ketika kita menaruh harapan besar kepada seseorang yang kita sayangi, kita harus siap merasakan kecewa.... karena terkadang, orang yang kita sayang adalah orang yang paling banyak mempunyai kesempatan untuk membuat kita kecewa.

Kejujuran adalah sebuah rasa simpati yang tak terkira oleh seseorang tetapi sebuah kejujuran adalah rasa yang sangat kekal dan abadi.... walaupun rasa itu hanyalah di pendam dalam hati.

Ilmu itu adalah teman akrab dalam kesepian, sahabat dalam keterasingan, pengawas dalam kesendirian, penunjuk jalan kearah yang benar, penolong disaat sulit, dan simpanan disaat kematian.

Tersenyumlah selalu walau hatimu sedang gundah, resah dan gelisah...

Jangan lakukan untuk dirimu sendiri, lakukanlah untuk orang lain...

Karena tanpa kamu sadari banyak orang yang bahagia melihat mu tersenyum..

Kalau kamu suka pada seseorang karena dia mahir melakukan sesuatu, itu bukan cinta tapi kagum...

Kalau kamu suka pada seseorang karena dia baik sama kamu, itu bukan cinta tapi rasa terima kasih..

Tapi....

Kalau kamu suka pada seseorang padahal kamu ngga tau kenapa kamu suka sama orang itu, itu baru cinta yang sesungguhnya...

Hidup terasa indah ketika seseorang merindukan Mu....

Terasa lebih baik ketika seseorang menyayangi Mu....

Tapi yang terbaik dan terindah adalah ketika seseorang tak akan pernah melupakan Mu...

Sungai Di Dalam Laut (Meksiko)

Fenomena sungai bawah laut ini menjadi pembicaraan banyak orang dan menjadi salah satu berita hot di dunia maya. Fenomena alam yang menakjubkan ini adalah kebesaran sang kuasa dalam mengolah alam dan hal aneh apapun yang kita pandang tentu itu biasa bagi-NYA yang menciptakan alam semesta ini dan patut bagi orang islam untuk menyebut Subhanallah.

Seorang penyelam, bernama Anatoly Beloshchin, mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico. Awalnya Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu sekitar 30 meter tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu seperti kehidupan di sungai. Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Jika di telusuri lebih dalam lagi, penyelam kembali menemukan air laut di kedalaman 60 meter dan rasa air tersebut sudah menjadi asin.

Sungai di dalam laut. Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.


"Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly.

Sekilas cerita tentang ”sungai di dalam laut”.

Minggu, 28 Februari 2010

Manajemen Strategik

Jawaban Tugas 1 : (Manajemen Strategik)

1. a. Bagan Proses Manajemen Strategi

















b. Maksud dari bagan tersebut :

Cara para perencana strategi menentukan sasaran & mengambil keputusan.

Proses Manajemen Strategik meliputi :

1. Mendefinisikan kegiatan utama organisasi (core business), menetapkan/mengem-bangkan visi dan misi organisasi.

Setiap organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi,misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi,misi, dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal. Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas.

2. Menetapkan tujuan organisasi yang terukur

3. Menyusun/memilih strategi untuk mencapai tujuan

Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.

Analisa SWOT

SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.

· Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri).

· Kelemahan (weakness) adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.

· Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.

· Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.

4. Mengimplementasikan dan mengeksekusi strategi

Di dalam implementasi strategi, perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of the business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah di formulasikan dapat dilaksanakan. Mengimplementasikan berarti menggerakan para karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah formulasikan menjadi tindakan nyata. Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi tetapi juga diimbangi dengan imbalan yang memadai. Tantangan implementasi adalah menstimulir para manajer dan karyawan melalui organisasi agar mau bekerja dengan penuh kebanggaan dan antusias ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

5. Melakukan evaluasi

Evaluasi merupakan tahap terakhir di dalam proses strategi. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu:

a. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung,

b. Mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan

c. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.

Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang.

2. a. Definisi Misi dan Tujuan organisasi

Misi Organisasi yaitu menjelaskan kegunaan dan alasan mengapa suatu organisasi ada atau rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi (visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan). Dan biasanya memberikan gambaran yang jelas tentang ciri pokok produk yang ditawarkan dan tekhnologi yang digunakan oleh organisasi, kebutuhan konsumen yang hendak dipenuhi & konsumen yang hendak dituju, serta karakter, pasar dimana organisasi akan bersaing, komitmen terhadap karyawan, filosofi diri serta citra organisasi yang diharapkan dari masyarakat. Perubahaan misi akan dapat merubah batasan bisnis perusahaan.

Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan juga merupakan sesuatu apa yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu dalam suatu organisasi / perusahaan. Tujuan juga dirumuskan dalam dua bentuk yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Perbedaan kedua terletak dalam waktu pencapaian dan cara penulisannya. Tujuan jangka pendek biasanya lebih spesifik dibandingkan jangka panjang.

b. JASA RAHARJA

Utama dalam perlindungan, prima dalam layanan


Jasa Raharja menjalankan program asuransi sosial yaitu mengelola pelaksanaan UU. No.33 tahun 1964 dan UU. No.34 tahun 1964.

VISI

Menjadi perusahaan terkemuka di bidang Asuransi dengan mengutamakan penyelenggaraan program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

MISI

Catur Bakti Ekakarsa Jasa Raharja

1. Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

2. Bakti kepada Negara, dengan mewujudkan kinerja terbaik sebagai penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib, serta Badan Usaha Milik Negara.

3. Bakti kepada Perusahaan, dengan mewujudkan keseimbangan kepentingan agar produktivitas dapat tercapai secara optimal demi kesinambungan Perusahaan.

4. Bakti kepada Lingkungan, dengan memberdayakan potensi sumber daya bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan.

3. a. Analisis lingkungan eksternal organisasi (EFAS) adalah suatu analisis yang digunakan untuk menilai seatu perusahaan berdasarkan factor eksternal. Analisis ini bisa menggunakan analisis SWOT.

b. Faktor yang dianalisis dalam analisis lingkungan sosial (makro) :

1) Demografi

2) Global

3) Teknologi Politik Legal

4) Sosial

5) Ekonomi

Faktor yang dianalisis dalam analisis lingkungan tugas (mikro) :

1) Kompetitor

2) Supplier

3) Substitusi

4) Pelanggan